Senin (30/06/2025) – Prodi Pendidikan Bahasa Jawa UNS menggelar pentas penyutradaraan bertajuk “Owalah” di gedung Student Center.
Prodi Pendidikan Bahasa Jawa (PBJ) berhasil menampilkan naskah drama “Owalah” karya Dr. Budi Waluyo. Pementasan berlangsung 1,5 jam dan dilaksanakan malam hari dengan dihadiri penonton dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Irbah, seorang mahasiswi UNS. “Menjadi pengalaman baru, karena baru kali ini melihat satu naskah teater yang memiliki durasi cukup lama dan adanya dua konflik yang diangkat. Terlihat ringan tetapi cukup realistis dan memiliki amanat tersendiri,” ungkapnya (30/06).
Pementasan dibawahi oleh Irfan Nurdiansyah selaku pimpinan produksi. Ia memberi keterangan terkait persiapan Pentas Penyutradaraan 2025 yang mengusung dua naskah. Adanya dua kelompok dan naskah yang berbeda, menjadi tantangan tersendiri bagi Irfan. Latihan yang awalnya bergantian pun menjadi semakin intens mendekati hari pementasan. “Dibentuk dua kelompok naskah dan latihannya di bulan pertama secara bergantian. Jika Senin kelompok 1, Selasa kelompok 2, Rabu kelompok 1, Kamis kelompok 2, Jumat, Sabtu, dan Minggu itu libur. Kemudian, mulai di bulan kedua full dari Senin sampai Jumat dilaksanakan latihan. Bertempat di beberapa gedung di FKIP; kelompok 1 di gedung E dan kelompok 2 di gedung B,” jelasnya (30/06).
Latihan yang lama dan berat ini tidak mudah. Terutama dengan adanya perkuliahan. Semua yang terlibat harus bisa membagi waktu dengan baik. Salah satu pemain yang memerankan tokoh Bagong, yaitu Firman Tawakal menjelaskan tentang caranya membagi waktu antara latihan dan perkuliahan. “Perkuliahan dilaksanakan dari pagi sampai siang, setelahnya latihan penyutradaraan dimulai malam hari setelah shalat isya,” tuturnya (30/06).
Kerja keras ini membuahkan hasil yang baik. Pementasan berlangsung dengan lancar dan membuat penonton kagum. Irbah mengapresiasi bahwa pementasan kali ini melebihi harapannya. “Melebihi ekspektasi, karena posternya eye catching bergambar sederhana tapi ternyata ceritanya sekompleks ini,” pujinya. Firman selaku pemain pun merasa bangga atas pementasan yang telah ia suguhkan bersama kelompoknya. “Hari ini sudah sangat bagus, sesuai dengan ekspektasi ketika latihan, dan sangat memuaskan,” ungkap pimpro yang turut mengapresiasi penampilan teman-temannya.
Keberhasilan pementasan ini tak luput dari doa dan harapan. Irfan berharap, “Semoga pementasan selanjutnya lebih meriah, kepanitiaan juga bisa rukun dan saling bekerjasama, serta bisa kompak.” Rangkaian pementasan dari PBJ ini belum selesai. Pementasan naskah kedua akan dilaksanakan pada Rabu, 2 Juli 2025 bertajuk “Tamu Nyalawadi”.
Aulia_Scarleta_
