Aksi Massa Se-Solo Raya: Terancamnya Demokrasi Indonesia

Kamis, 22 Agustus 2023 telah terjadi aksi massa se-Solo Raya. aksi dilakukan di depan balai kota surakarta. Aksi ini mengundang seluruh elemen masyarakat se-Solo Raya untuk turun kejalan, menyelamatkan Indonesia.

Aksi unjuk rasa ini dilatar belakangi oleh geramnya masyarakat dengan DPR yang tidak dirasa tidak menaati keputusan MK mengenai UU Pilkada. Aksi ini dimulai dengan berkumpulnya massa secara melingkar di Bundaran Gladag Surakarta pada pukul 13.45 sebagai respon masyarakat yang telah geram terhadap aturan hukum yang seolah-olah dapat diubah sesuka hati di Indonesia, “Peraturan seperti dipermainkan, tiba-tiba diubah ketika ada kepentingan di atasnya,” Ujar Aping selaku Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

Reyhan Eka, Presiden BEM Unisri, adanya aksi ini satu diantaranya adalah untuk menyikapi Baleg (Badan Legislatif) DPR-RI yang ingin revisi undang-undang tentang batas usia calon gubernur. “Kita hari ini dihadapkan dengan carut marutnya demokrasi yang sudah di acak-acak,” ungkap Reyhan (22/8). Massa terdiri dari ratusan mahasiswa dari berbagai universitas dan masyarakat setempat yang menyuarakan keresahan dan pendapatnya mengenai keadaan Indonesia saat ini. meskipun di tengah teriknya panas matahari dan penjagaan yang ketat dari aparat kepolisian  tak menyurutkan semangat para demonstran untuk menyuarakan segala keluh kesahnya.

Aksi ini juga mengajak seluruh massa untuk berjalan mundur dari Bundaran Gladag menuju Balai Kota Surakarta sebagai simbol kekecewaan rakyat terhadap pemerintah dan kemunduran dari Pemerintahan Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan orasi-orasi lain dari berbagai pihak. Masyarakat pun turut antusias mendukung aksi ini, meskipun sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas masyarakat turut mendukung adanya aksi tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembacaan puisi oleh salah satu pedagang sayur di daerah tersebut yang ikut geram dengan kebijakan yang ada di Indonesia.

Beberapa tuntutan massa yang disuarakan adalah harapan Presiden Indonesia saat ini segera turun dari masa jabatannya dan kembali ke Solo, bukan berusaha melanggengkan kekuasaanya di pemerintahan. “Harapannya hari ini pakde jokowi wis pak muliho rasah mengacak-acak demokrasi di Indonesia lagi karena  kita sebagai Masyarakat Solo sudah malu.” Reyhan (22/8).

_Gani_Niken

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *