BEM UNS Gelar Mimbar Bebas, Desak Kapolri Mundur Buntut Kekerasan Oknum Aparat

Sejumlah mahasiswa salat gaib berjamaah usai gelaran aksi mimbar bebas oleh BEM UNS di Boulevard UNS, Kamis (26/2). LPM Motivasi/Danang

persmamotivasi.com, Surakarta – Penganiayaan oleh oknum Anggota Brigade Mobil Kepolisian Negara Republik Indonesia (Brimob Polri) kepada warga sipil terulang. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS) menggelar aksi mimbar bebas dan doa bersama di depan boulevard UNS pada kamis (26/2).  

Aksi yang dimulai pukul 16.45 WIB ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus protes terhadap institusi kepolisian buntut tewasnya Arianto Tawakal (14). Remaja tersebut diduga dianiaya personel Brimob Bripda MS di Tual, Maluku Tenggara, Kamis (19/2). Mahasiswa menilai kejadian ini menambah panjang daftar kekerasan aparat, sekaligus mengungkit kembali kegagalan Polri dalam melindungi warga seperti pada kasus Affan Kurniawan dan Gamma Rizkynata.

Perwakilan BEM UNS, Kaylani, menjelaskan bahwa aksi ini juga mengusung konsep edukasi kreatif melalui puisi dan drama. Ia menekankan pentingnya mengubah persepsi publik mengenai bentuk-bentuk perjuangan mahasiswa. “Artinya, ini juga merupakan pencerdasan kepada masyarakat dan mahasiswa bahwa yang namanya aksi massa itu bukan tentang turun ke jalan saja, akan tetapi ada wadah kreativitas,” ujar Kaylani (26/2).

Dalam aksi ini, BEM UNS menyatakan tiga tuntutan utama:

  1. Mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri sebagai bentuk tanggung jawab komando.
  2. Menuntut pemerintah mengkaji ulang UU Polri secara transparan untuk memperkuat pengawasan internal dan eksternal.
  3. Mendesak sanksi tegas tanpa kompromi bagi setiap anggota Polri yang mengkhianati etika profesi.

Rangkaian agenda ditutup pukul 18.00 WIB dengan salat gaib dan doa bersama untuk para korban. Salma Nur Azizah, penyelenggara aksi, mengungkapkan tujuan utama simbolisasi gerakan ini untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa UNS dan masyarakat sekitar terkait tindakan represif oknum aparat.

Penulis: Darajati Utami dan Danang Rafli Juvianto

Editor: Yajna Farah Muna Nuwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *