Mahasiswa KKN UNS Kelompok 161 berfoto bersama warga Lingkungan Talok, Wonogiri, usai keberhasilan pembuatan kain ecoprint metode pounding, Minggu (15/2). TIM KKN 161 UNS/Dyah Nur Fadillah
persmamotivasi.com, Wonogiri – Februari 2026 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 161 berhasil menyelenggarakan program kerja (proker) sosialisasi yang berjudul “Pelatihan Ecoprint Berbasis Pemanfaatan Bahan Alam.”
Mahasiswa KKN kelompok 161 UNS periode Januari–Februari 2026, yang diterjunkan di Kelurahan Pelem, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, pada tanggal 15 Februari 2026 telah melaksanakan program kerja sosialisasi terhadap pelatihan Ecoprint yang memanfaatkan bahan alam untuk mendukung ketercapaian pelaksanaan Sustainable Development Goals good health and well being.
Proker ini dilaksanakan di kediaman Ketua RT 04/RW 03 Lingkungan Talok, Bapak Sugito. Pelaksanaan program kerja ini dilatarbelakangi oleh adanya keluhan masyarakat terkait kurangnya potensi sumber daya manusia selain pada bidang pertanian. Keluhan tersebut diutarakan langsung hingga kehadiran mahasiswa KKN di lokasi kegiatan disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat.
Pada dasarnya, proker ini bertujuan menjawab permasalahan terkait kurangnya kemampuan warga di luar bidang pertanian dengan usaha membekali masyarakat dengan keterampilan alternatif yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi. Kehadiran Ecoprint dipilih dengan adanya dukungan sumber daya alam yang begitu melimpah dan kedekatan hubungan masyarakat Talok dengan sumber daya alam. Pelatihan Ecoprint dinilai dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan kurangnya keterampilan sumber daya manusia dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam.

Pelaksanaan Pelatihan Ecoprint PKK oleh Mahasiswa KKN 161 UNS di Kelurahan Pelem, Wonogiri, Minggu (15/2). TIM KKN 161 UNS/Dyah Nur Fadillah
Pelaksanaan proker Ecoprint diawali dengan penyampaian materi tentang penjelasan, manfaat, metode, alat bahan, dan langkah-langkah dalam pembuatan Ecoprint. Selain itu, dilakukan juga pengisian angket pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peningkatan masyarakat. Setelah penyampaian materi dan praktik ecoprint metode pounding dengan memanfaatkan daun serta bunga dari lingkungan sekitar diperoleh hasil akhir terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap ecoprint.
Sehubungan dengan tingginya antusiasme tersebut, masyarakat mengaku tertarik dan berminat terhadap pembuatan Ecoprint. “Terlaksananya Ecoprint ini tidak luput dari proses kreatif yang dimiliki oleh masyarakat,” ujar Aulia Anindyanari, Mahasiswa Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (15/2).
Hal ini menunjukkan pelaksanaan Ecoprint telah sesuai dengan kebutuhan dan menjawab permasalahan masyarakat di Lingkungan Talok. Dengan demikian, diharapkan kedepannya masyarakat Lingkungan Talok dapat terus memanfaatkan keterampilan dan pengetahuan yang telah diajarkan untuk meningkatkan potensi ekonomi serta mengembangkan kreativitas dengan pemanfaatan bahan alam di lingkungan sekitar.
Penulis: TIM KKN 161 UNS
Editor: Anto Juli Sasongko
