Masyarakat Solo Peringati Sumpah Pemuda dengan Gelar Aksi Slamet Riyadi Memanggil

Massa aksi berorasi sambil mengibarkan bendera Merah Putih di Patung Slamet Riyadi.Tugu Gladak, Surakarta, Rabu (28/10/2026) Faiz

Aksi solidaritas Slamet Riyadi Memanggil telah digelar di jalan Gatot Subroto Solo pada Rabu (28/10/26) pukul 15.00 WIB, sebagai bentuk aksi lanjutan dari aksi kamisan yang telah diselenggarakan pada minggu sebelumnya.

Aksi Slamet Riyadi Memanggil dilaksanakan bertepatan dengan  Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober setiap tahunnya. Menurut Ahmad Muhajir, Wakil Menteri Aksi Kreatif dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS), aksi yang dilakukan bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda ini sebagai bentuk bahwa sumpah pemuda merupakan milik semua golongan rakyat tak hanya golongan muda saja. Aksi ini juga merupakan bentuk membersamai aksi yang juga dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia.

“Sumpah Pemuda ini bukan hanya miliknya pemuda, tapi miliknya rakyat dan kita coba untuk hadir membersamai gerakan-gerakan nasional dengan mengadakan aksi di skala daerah, yaitu di Surakarta” kata Muhadjir pada Rabu (28/10).

Aksi ini diawali dengan orasi yang dilakukan di perempatan Slamet Riyadi menuju Jalan Gatot Subroto. Kemudian aksi dilanjutkan dengan long march menuju ke Tugu Gladak dan diakhiri dengan orasi penutup di Tugu Gladak pada pukul 18.00 WIB. pemilihan tempat di Jalan Gatot Subroto pada aksi kali ini menurut Muhadjir memiliki tujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap keadan Indonesia sekarang. “Memang kita melihat Gatsu ini sebagai sentral Kota Surakarta di mana memang dilihat oleh publik, ya. Orang-orang bisa melihat, orang-orang bisa tahu sedang ada kegaduhan apa sih hari ini. Oh, ternyata memang Indonesia hari ini sedang tidak baik-baik saja, begitu. Jadi memang sebagai titik baru yang coba untuk kita coba untuk kita lakukan dan coba untuk kita pakai” ujar Muhadjir .

Aksi ini menyoroti kinerja Prabowo-Gibran yang telah terlaksana selama 2 tahun kepemimpinan. Menurut Algi, Wakil Ketua Umum BEM UNS, menjelaskan bahwa selain menyoroti utamanya 2 tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran aksi ini juga membawa 7 tuntutan dari aliansi mahasiswa UNS yang sejalan dengan tuntutan dari BEM Solo Raya. Di kutip dari Instagram resmi BEM UNS tuntutan tersebut berisi:

1. Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional dan Evaluasi Sistem Penanggulangan Bencana di Indonesia

2. Wujudkan Pendidikan Gratis yang Tersistematis

3. Evaluasi Menyeluruh Penetapan Desil dan Pulihkan Hak Masyarakat

4. Pulihkan Kondisi Ekonomi Masyarakat

5. Evaluasi PSN

6. Reformasi TNI Polri

7. Hentikan Praktik Militerisme di Berbagai daerah

Aksi Slamet Riyadi Memanggil yang berjalan secara kondusif ini, diharapkan menjadi api perjuangan yang tak padam dan mengharapkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk aktif dalam membersamai aksi. “Harapan kami adalah rangkaian aksi-aksi kecil untuk menuju aksi-aksi selanjutnya. Karena bagaimanapun api perjuangan ini tidak bisa padam untuk satu aksi, tapi harus berkali-kali aksi. Nah, maka dari itu dari kami sendiri berharap bahwa partisipan dari berbagai elemen, mahasiswa, masyarakat, ataupun kaum-kaum pekerja ataupun buruh itu semakin aktif lagi untuk membersamai aksi ini”. Ujar Algi pada Rabu (28/10).

Penulis: Abid

Penyunting : Dara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *