Pameran Blangkon: Mengangkat Kearifan Lokal di Zaman Milenial

Pameran blangkon oleh kelompok MBKM pendidikan Sejarah menarik minat mahasiswa untuk peduli pada budaya Jawa.

Blangkon merupakan penutup kepala yang menjadi simbol kaum pria di Jawa. Seiring berjalannya waktu, blangkon mulai menjadi bagian dari warisan budaya dari generasi ke generasi. Sentra pengrajin blangkon mulai muncul di berbagai daerah. Salah satunya adalah Kampung Blangkon yang terletak di Kampung Potrojayan, Kelurahan Serengan, Surakarta. Tempat ini dijuluki sebagai Kampung Blangkon karena mayoritas warganya bekerja sebagai pengrajin blangkon.

Kelompok mahasiswa MBKM dari program studi Pendidikan Sejarah FKIP UNS menyelenggarakan pameran blangkon pada 16 Mei 2024 yang bertempat di Gedung D FKIP UNS. Menurut keterangan Rinava, mahasiswa Pendidikan Sejarah tahun 2021 selaku ketua kelompok MBKM, pameran ini merupakan salah satu luaran dari penelitian artikel di Kampung Blangkon. Pengambilan tema blangkon didasari oleh turunnya minat masyarakat terutama kaum muda, “Sekarang blangkon udah jarang banget dipakai sama orang-orang. Kayak udah asing, apalagi kita muda udah gak terlalu tertarik buat beli-beli gitu,” Terang Khunafa (16/5).

Pada pameran ini terdapat beberapa jenis blangkon dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Sunda, dan Betawi. Panitia terlihat aktif mendampingi dan memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang berbagai jenis blangkon yang dipajang. Pihaknya melakukan kerjasama dengan pengrajin blangkon di Potrojayan untuk menyewa berbagai jenis blangkon sebagai koleksi pameran. Dari sekian banyak koleksi blangkon yang dipajang, Khunafa mengaku paling tertarik dengan blangkon dari Betawi. “Yang paling ikonik itu blangkon dari Betawi karena warna dan motifnya paling mencolok daripada yang lainnya,” Ungkapnya (16/05).

Meski hanya dilaksanakan selama satu hari, pameran ini mampu menarik minat pengunjung. Salah satunya adalah Reino, mahasiswa dari luar Jawa ini tertarik melihat berbagai jenis blangkon dan dekorasi yang menarik dari pameran tersebut. “Sebelumnya yang saya tau blankon ya blankon, tapi ternyata ada banyak jenis yang berbeda-beda antara blankon satu dan blangkon lainnya,” Ungkap Reino saat diwawancarai (16/05).

Dengan adanya pameran ini diharapkan mampu membuat blangkon lebih dikenal oleh banyak orang terutama generasi muda. Selain itu, melalui pameran ini harapannya pengunjung akan lebih mengenal Kampung Blangkon sebagai sentra pembuatan berbagai macam jenis blangkon, sehingga tidak perlu datang ke daerah asal blangkon untuk mendapatkannya.

_Anna Nur Jannah

_Aisyah Na’ilah Azka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *