Lelah yang berujung keputusasaan
Jiwa-jiwa yang rapuh ini merangkak di pinggir jalan aspal kota tua
Di tanah berpasir yang panas Rasanya
Perlahan belajar bahwa sumpah dan janji sebenarnya adalah kalimat asa
Yang dirangkai lewat peduli yang pura pura wujudnya
Karena tak ada satupun yang benar-benar peduli satu sama lain mahkluknya
Jangan sedih, jangan marah, jangan kecewa, dan jangan terlewat bahagiamu manusia Karena setiap rasa yang nyata itu mati ujungnya
Jadi manusia ya apa adanya saja Yang secukupnya saja semua
Adil tak adil ya terima saja, jangan lama kau pikirkan itu semua
Berdoa saja, meminta tapi jangan terlalu banyak adanya
KARENA TUHAN TAK SUKA YANG BANYAK MAUNYA
Maudy Finkan A._
