Teater Peron Sajikan Lakon Penuh Humor dan Kritik Sosial

Sabtu (24/01/2026)—Pada Pentas Laborat 2025, Teater Peron menerjemahkan cerita pendek yang menyentuh aspek mendalam manusia dan masyarakat ke atas panggung teater.

Pentas Laborat merupakan panggung perdana untuk anggota baru Teater Peron setelah melalui proses pembelajaran dasar teater. Tampil di Gedung F Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pementasan bertajuk “Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi” itu mengadaptasi cerita pendek Seno Gumira Ajidarma yang diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Citra Pustaka, Jakarta, tahun 1995.

Mengisahkan huru-hara suatu kampung akibat suara nyanyian seorang perempuan di kamar mandi umum yang memunculkan imajinasi para lelaki dan keresahan para istri. Gosip ibu-ibu berkembang menjadi tuntutan agar Pak RT bertindak, hingga larangan menyanyi di kamar mandi pun diberlakukan. Cerita tersebut disajikan ke panggung teater dengan penampilan yang absurd dan penuh humor, namun menawarkan ruang tafsir yang luas terkait moralitas. “Seringnya kita menyalahkan perempuan yang menggunakan pakaian yang dianggap seksi, namun tidak dengan pria yang sukar mengontrol nafsunya” ujar Gendude melalui sutradara (24/01).

Pementasan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB itu berhasil menciptakan ledakan tawa para penonton, baik dari kalangan pelajar maupun alumni. Kendati demikian, sejumlah penonton menilai pemadatan cerita membuat pesan yang ingin disampaikan cerpen aslinya kurang tergali secara utuh. Pendiri Teater Peron, Kusprihyanto Namma, menyampaikan catatannya terkait hal tersebut. “Sebenarnya pemadatan cerita sah-sah saja, namun di pementasan tadi kurang begitu bisa menyampaikan ruh cerita cerpennya,” tuturnya (24/01).

Menanggapi kritik tersebut, Gendude menjelaskan bahwa pemadatan cerita tidak terelakkan karena Pentas Laborat merupakan panggung awal bagi anggota baru. Keterbatasan durasi dan pertimbangan proses pembelajaran menjadi alasan utama penyederhanaan alur cerita dalam pementasan tersebut.

Pentas Laborat 2025 tidak sekadar menjadi ajang unjuk karya anggota baru Teater Peron, tetapi juga membuka ruang bagi penonton untuk menertawakan sekaligus merefleksikan persoalan moral yang kerap hadir dalam kehidupan sehari-hari. Pementasan tersebut menjadi bagian dari agenda pembelajaran Teater Peron bagi anggota baru melalui adaptasi karya sastra ke bentuk pertunjukan teater.

_Abid _Anto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *