Rabu (15/5) disutradarai oleh Perry Pebrianto dengan judul “ Laa Tagdhob” UKM Teater 28 Universitas Siliwangi Tasikmalaya mempersembahkan pentas keliling yang selenggarakan di UNS bekerja sama dengan UKM Peron FKIP UNS.
Pementasan dimulai pada pukul 20.00 WIB di Gedung F FKIP UNS berjalan dengan meriah dihadiri berbagai mahasiswa UNS dan Kelompok Teater di Solo. Pentas keliling merupakan program kerja dari UKM Teater 28 yang sudah berjalan 33 tahun. Dalam pentas terdapat 37 pemain yang merupakan anggota UKM Teater 28, dengan persiapan pentas memakan waktu 3 bulan. Selain di Solo, pentas juga sudah di gelar di Tasikmalaya, Purwokerto, dan Kudus. Pemilihan 4 kota ini berdasarkan dari pesan yang akan disampaikan dan sudah ditargetkan pada awal kepengurusan. Naskah ditulis oleh alumni dari UKM Teater 28 sendiri, yaitu Aziz W. Adhidrawa dan ceritanya diambil dari keadaan politik di masyarakat tentang konflik yang terjadi ketika pemilihan kepala desa. “Karena khususnya di daerah kami kalau yang ingin mencalonkan kepala desa biasanya banyak konflik lebih dari pemilihan presiden.” Tutur Perry sang sutradara (15/5).
“Laa Tagdhob” berasal dari bahasa arab yang berarti jangan marah dan sabar, judul ini mengandung pesan untuk lebih tenang dalam menghadapi masalah. Masalah yang disajikan pada pentas cukup kompleks meliputi politik, sosial, dan percintaan. Solo adalah tujuan terakhir dari pentas keliling tahun ini, tahun selanjutnya diserahkan kepada kepengurusan selanjutnya. Dalam keberhasilan pementasan, UKM Teater 28 bekerja sama dengan UKM Peron FKIP UNS. Menurut Arma selaku Penanggung jawab dari Peron, Peron hanya membantu menyiapkan tempat, perizinan, properti dan dekorasi ruangan. Perizinan yang dimaksud adalah perizinan jam malam karena UNS memiliki kebijakan jam malam. Sedangkan UKM Teater 28 harus menginap di kampus untuk melakukan latihan dan persiapan sebelum pementasan. Terdapat kendala dalam proses perizinan, Arma menuturkan beberapa kali dilempar dengan tidak ada kejelasan. “Sebenarnya untuk perizinannya tidak sulit tapi tergantung mood yang mengizinkannya yang itu yang sulit.” Ungkap Arma (15/5).
Dalam pentas keliling ini diharapkan dapat mengeratkan kekeluargaan dan silahturahmi baik dari pemain maupun antar teater. Selain itu, masyarakat dapat terhibur dengan adanya pentas keliling. Harapan lainnya juga dituturkan oleh arma, ia berharap semoga perizinan di UNS juga dipermudah karena ini juga membawa nama baik UNS sebagai tuan rumah dari Universitas lainnya.
_Ais
_Alif
