Museum bukan lagi ruang sunyi penuh benda lama. Di Desa Genggelang, Lombok Utara, mahasiswa KKN UNS Kelompok 138 menghidupkannya kembali lewat program ‘Digitalisasi Museum’.
Museum bukan hanya ruang menyimpan benda, melainkan saksi bisu perjalanan sebuah peradaban. Kesadaran inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS Kelompok 138 untuk menghadirkan program unggulan bertajuk ‘Digitalisasi Museum Desa Genggelang’. Selama dua bulan penuh, Juli – Agustus 2025, mahasiswa KKN berbaur dengan masyarakat Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, untuk menyusun katalog digital yang mempertemukan tradisi dan teknologi. Bagi mereka, setiap artefak bukan sekadar benda lama, melainkan pintu masuk memahami identitas dan kebanggaan sebuah desa.

Mahasiswa KKN menginisiasi pembuatan katalog digital Museum Desa Genggelang untuk mendokumentasikan koleksi sejarah dan budaya. Tahapan kegiatan mencakup pengumpulan informasi setiap artefak, dokumentasi foto detail, hingga penyusunan katalog berbasis digital yang dapat diakses lebih luas. Program ini bertujuan melestarikan sejarah dan budaya lokal melalui dokumentasi modern. Selain itu, digitalisasi diharapkan mempermudah promosi Museum Desa Genggelang ke ranah publik yang lebih luas, sekaligus memberikan referensi edukatif bagi pelajar, peneliti, maupun masyarakat umum.
Kegiatan berlangsung sepanjang Juli – Agustus 2025 dengan nuansa kolaboratif antara mahasiswa KKN, pengelola museum, dan masyarakat lokal. Mahasiswa belajar langsung tentang makna setiap artefak dari tokoh masyarakat, sementara warga ikut terlibat memberi informasi lisan tentang sejarah dan budaya. Dengan adanya katalog digital, masyarakat luas dapat mengenal koleksi Museum Desa Genggelang tanpa harus berkunjung secara langsung. Hal ini penting, mengingat data literasi budaya di Indonesia masih menunjukkan kesenjangan di kalangan generasi muda belum akrab dengan warisan lokal.

Lewat Digitalisasi Museum Desa Genggelang, KKN UNS Kelompok 138 menghadirkan semangat zaman yang berpadu, seperti kearifan tradisi dan teknologi digital. Dari dusun kecil di Lombok Utara, tercermin upaya besar anak muda dalam menjaga sejarah, menghidupkan budaya, dan memperkenalkannya pada dunia. Lebih dari sekadar dokumentasi, proker ini adalah simbol bahwa anak muda Indonesia mampu menjadi jembatan penghubung antara generasi tua yang menyimpan cerita dan generasi baru yang haus akan pengetahuan. Inilah langkah kecil dengan dampak besar dari desa, untuk nusantara.
KKN UNS Lombok 2025Kelompok 138 Desa Genggelang
