Mahasiswa Menyoal UNS Masuk Zona Merah RI²

Selasa, 22 Juli 2025—Mahasiswa menggelar ruang diskusi publik yang bertajuk “RUANG DIALEKTIKA: DIALEKTIKA PENGHUJUNG SENJA” dengan mengangkat tema diskusi: Dunia akademik UNS patut dipertanyakan kredibilitasnya pasca masuknya UNS ke dalam zona merah Research Integrity Risk Index (RI²).


Universitas Sebelas Maret tercatat dalam daftar pemeringkatan Research Integrity Index (RI²) sebagai institusi yang masuk ke kategori zona merah atau ekstrem anomali, yang berarti memiliki resiko integritas riset yang sangat mengkhawatirkan. Permasalahan tersebutlah yang menjadi topik utama pembahasan dalam ruang diskusi mahasiswa yang berjudul “Ruang Dialektika: Dialektika Penghujung Senja.” Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu penyelenggara acara Revaino Wijaya mahasiswa FKIP angkatan 2023. “Seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini ada sesuatu isu yang hangat dan bertebaran di kampus UNS, yaitu ada suatu laporan RII yang menjelaskan bahwas UNS tercatat di golongan red flag terkait riset dan juga penelitian. Hal tersebut yang mendasari kita membawa tema ini,” ujarnya (22/07).

Ada mahasiswa yang mengaku berhasil menerbitkan artikel ilmiah, walaupun dia merasa hasil tulisannya berantakan karena tidak ada bimbingan yang komprehensif dan awam dalam bidang kepenulisan. “Jelas karena tidak ada pengawalan dari sistem birokrasi di uns terhadap hal-hal ini, mungkin secara instan dapat disampaikan ada pewajaran bahwa ini tidak papa, padahal kalau kita melihat secara esensi riset, atau secara naturalkan ini patut dipersalahkan,” ujar Muhammad Faiz Hudi Presiden BEM UNS 2025 (22/07).


Siapa saja boleh ikut serta dalam ruang dialektika ini. Abdullah selaku mahasiswa manajemen angkatan 2023 mengutarakan kesannya. “Cukup seru ya dengan diskusi yang dihadirkan dan tema yang sedang viral atau rame, bagaimana di dalam ruang dialektika ini kita sebagai mahasiswa bebas berpendapat dalam artian tidak ada yang salah ataupun benar,” ujarnya (22/07).


Mahasiswa berharap kampus tak lagi sekadar mengejar angka publikasi, melainkan mulai berbenah soal kualitas riset. Menurut mereka, integritas akademik harus dijaga oleh semua pihak—dari mahasiswa, dosen, sampai birokrasi kampus. Lewat forum seperti Ruang Dialektika, mereka mencoba menyuarakan kegelisahan, berharap ada perbaikan nyata demi menjaga nama baik universitas di tengah sorotan.


_Anto_Fadel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *