Judul : Animal Farm
Penulis : George Orwell
Penerjemah : Prof. Bakdi Soemanto
Jumlah Halaman: iv + 144 Halaman
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2015
Animal Farm merupakan karya alegori politik yang mengantarkan nama George Orwell hingga dikenal pada kancah dunia. Buku ini sebenarnya telah terbit sejak 1945, baru kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia beberapa tahun kemudian. Menariknya, buku ini terbit tepat pada hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Orwell menulis Animal Farm pada masa Perang Dunia II sebagai sindiran tidak langsung atas terbatasnya kebebasan publik Uni Soviet. Gambaran kisah tersebut dapat menjadi dorongan bagi pembaca untuk melakukan pencerahan pada masa-masa saat ini.
Karya legendaris George Orwell yang satu ini mengisahkan tentang sebuah peternakan yang dihuni oleh berbagai jenis binatang dan majikan bernama Pak Jones. Suatu ketika seekor babi yang bijaksana dan dihormati oleh binatang lain, Major menyampaikan mimpinya yang beberapa kali telah menghampiri. Mimpi tersebut menggambarkan kehidupan para binatang yang akan terbebas dari hidup di bawah tirani manusia. Mulai dari sana, semua binatang sepakat dalam menyusun strategi untuk menyingkirkan manusia dari peternakan dan membuat pemerintahan sendiri. Terjadilah pemberontakan antara kalangan hewan dan manusia.
Ketika Major telah tiada, kekuasaan beralih ke tangan babi lain yaitu Snowball dan Napoleon. Awalnya kehidupan berjalan sesuai dengan rencana, bahwa semua binatang memiliki kesetaraan yang sama. Namun pada akhirnya kekuasaan kembali memabukkan pemimpin. Penindasan, perbudakan, dan kehidupan yang dibayang-bayangi tirani kembali terjadi. Semua binatang harus mau mendengar dan percaya oleh penguasa. Di sisi lain, salah satu dari adanya dualisme kepemimpinan juga harus disingkirkan. Rentetan perang dan pertumpahan darah pun akhirnya terjadi. Akibatnya, banyak yang mengalami luka-luka hingga hilangnya nyawa.
Beberapa unsur yang digambarkan dalam buku ini juga menarik. Pertama, hampir keseluruhan tokoh yang berperan sepanjang cerita adalah para binatang. Hal tersebut sangat berbanding terbalik jika pada kenyataannya Animal Farm ini merupakan gambaran kisah Perang Dunia II yang seharusnya menggunakan tokoh manusia. Kedua, tema yang ditawarkan dalam buku ini terasa sangat segar meskipun merupakan terbitan tahun 1945. Kejadian masa lalu tersebut seolah masih terbayang-bayang dengan beberapa kejadian yang baru-baru ini masih terjadi. Ketiga, alur dan gaya bahasa yang digunakan sederhana sehingga sangat mudah untuk diikuti.
Buku ini terkesan sangat unik dengan pembawaan yang sederhana. Ketika membacanya akan terasa seru karena ceritanya tidak terkesan berat meskipun menggambarkan suasana politik dan pemerintahan pada masa itu. Dalam cerita ini, pembaca akan mendapatkan pengalaman baru ketika membaca kisah yang direpresentasikan oleh berbagai tokoh binatang. Pesan moral dalam Animal Farm ini juga sangat mendalam dan dapat diimplementasikan sepanjang masa, yaitu berkaitan dengan kritik politik bagi siapapun para penguasa di dunia ini.
Animal Farm sangat cocok bagi pembaca yang ingin belajar tentang sebuah sejarah politik dan pemerintahan dengan mudah tanpa harus berpikir begitu berat. Ceritanya juga ringkas sehingga hanya perlu waktu yang lebih singkat untuk menyelesaikannya. Cocok bagi pembaca yang mudah bosan jika harus membaca buku sejarah yang panjang. Jika ingin memahami lebih mendalam tentang problematika nyata yang terjadi dalam cerita tersebut, pembaca dapat mempelajari lebih lanjut terkait kondisi politik dan pemerintahan revolusi Rusia. Buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, salah satunya adalah Indonesia. Tidak ada alasan lain untuk tidak menjelajahi isinya.
_Anya
