Beranjak dewasa dan kehilangan memori masa kecil

Film : The Little Prince (2015)
Genre : Fantasi Animasi
Sutradara : Mark Osborne
Penulis Naskah : Irena Brignul
Durasi Film : 106 menit
Pemeran : Riley Osborne, Mackenzie Foy, Marion Cotillard, dan James Franco

The Little Prince adalah sebuah film fantasi animasi dari Prancis yang diadaptasi dari buku cerita anak-anak berjudul: Le Petit Prince (1943) karya Antoine de Saint-Exupéry. Buku ini sudah menjadi buku klasik yang menempati posisi ke-4 sebagai buku paling banyak diterjemahkan di seluruh dunia. Film yang dirilis di Prancis pada 7 Oktober 2015, mengisahkan mengenai seorang kakek yang mengingatkan anak kecil tentang mimpi yang harus diraih. sang kakek memberikan diary yang menceritakan tentang sang pangeran kecil yang mempunyai mimpi mulia namun berhenti untuk memikirkannya.

The Little Prince bercerita dari dua arah dengan dua subjek yang berbeda. Subjek pertama berorientasi fantasi yang mengisahkan mengenai pangeran kecil yang berasal dari sebuah asteroid bernama B-612. Kemudian pangeran kecil pergi dari asteroidnya. Perjalanan tersebut mengantarkan pangeran ke beberapa planet termasuk Bumi. Secara berurutan, planet-planet yang ia kunjungi berisi : seorang raja; seorang narcissist dan seorang pengusaha. Kemudian sampailah pangeran di Bumi. Ia bertemu dengan seorang pilot yang terdampar di gurun.

Sementara itu, subjek kedua berorientasi realistis. Berlokasi di dunia yang monokrom, rigid, modern, dan sendu. Seorang anak kecil perempuan imut tinggal dengan ibunya yang strict, dan seorang single parent. Keduanya baru saja pindah ke daerah perumahan untuk menyesuaikan ritme hidup mereka yang baru. Sang ibu mendidik anak kecil ini dengan otoriter agar menjadi orang sukses. Semua rencana hidupnya mulai kecil hingga dewasa, dari macam aktivitas hingga durasinya, telah diperhitungkan oleh ibunya. Hingga anak kecil ini bertemu dengan kakek tetangga rumahnya yang memiliki rumah yang sangat berbeda dengan yang lain dan dianggap cukup aneh. Setelah saling mengenal, sang kakekpun meneritakan tentang pangeran kecil dan petualanganpun dimulai.


Dengan tema soal kehilangan dan pendewasaan yang secara konstan disampaikan lewat bentuk yang berbeda, kita diposisikan sebagai anak kecil perempuan yang sedang menginterpretasikan The Little Prince kepada dirinya sendiri. Sehingga, The Little Prince penuh metafora. Sampai sini, beberapa logika seperti setting waktu dan tempat mungkin seringkali terasa janggal karena menggunakan alur campuran maju mundur. Saat kita pertama kali menonton film ini mungkin akan timbul beberapa pertanyaan yang membingungkan karena alurnya yang acak. Namun film ini mampu mengambarkan mengenai imajinasi anak kecil yang sangat kompleks dan semakin menuju akhir cerita kita akan memahami pesan yang ingin sampaikan dalam cerita ini.


Secara keseluruhan film ini sangat menarik dan inspiratif karena banyak mengajarkan kita untuk menghargai dan mengingat selalu mimpi kecil kita. Meskipun alur cerita yang cukup sulit untuk dipahami untuk anak-anak, film ini bisa menjadi pengingat untuk para remaja dan dewasa mengenai masa kecil mereka.


Niken_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *