Mahasiswa UNS Ajak Warga Adiraja Berdayakan Singkong Jadi Camilan Gabin Tape & Briket Kulit Singkong

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menyelenggarakan pelatihan melalui kegiatan yang berjudul ‘Pelatihan Pembuatan Briket dari Limbah Kulit Singkong dan Pembuatan Gabin dari Tape Singkong’.

Program kerja ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta pendampingan langsung kepada masyarakat mengenai cara mengolah singkong menjadi gabin tape. Selain itu, program kerja ini juga bertujuan untuk mengolah limbah kulit singkong yang biasanya terbuang begitu saja menjadi briket ramah lingkungan sebagai sumber energi alternatif.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Minggu (20/7/2025) di halaman depan rumah Bapak Maryono selaku Ketua RW 1, Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Dengan dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari masyarakat desa setempat khususnya warga RW 1 yang mempunyai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lanting.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat singkong sebagai bahan pangan pokok, tetapi juga sebagai komoditas yang bisa meningkatkan nilai ekonomi serta dapat mengurangi limbah organik yang dapat mencemari lingkungan,” ujar Andrew Prasetya, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian UNS. Selaku dengan itu, Melati Nur Safanah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UNS, selaku penanggung jawab kegiatan ini juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik dengan meningkatkan nilai ekonominya.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini. Hal ini dapat dilihat dari tingginya partisipasi masyarakat sekitar saat kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga kesempatan praktik langsung mulai dari proses pengolahan singkong menjadi gabin tape hingga pembuatan briket.

Selain dari warga, inovasi ini juga mendapat sambutan positif dari Dosen Pembimbing Lapangan, Yayan Suherlan dan Kepala Desa Adiraja, Sugiartono. Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal karena Desa Adiraja memiliki komoditas utama berupa singkong. Namun, dalam pemanfaatannya singkong hanya diolah menjadi lanting atau sebagai bahan konsumsi.

Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap singkong yang selama ini hanya dianggap sebagai bahan pangan sederhana, kini mampu diberdayakan menjadi produk yang lebih kreatif, bermanfaat, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat Adiraja.

_Kelompok 41 KKN UNS 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *