Mata Najwa on Stage “Panggung Warisan Budaya”

Rabu, 11 Juli 2024, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bersama tim Narasi menggelar Mata Najwa on Stage bertajuk Panggung Warisan Budaya. Panggung ini menghadirkan pembicara yang paham kebudayaan Indonesia, sehingga menginspirasi pendengar untuk selalu belajar tentang budaya. Tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa dan masyarakat, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek dan kalangan Civitas Akademika juga ikut hadir.

Bersama Indonesian Heritage Agency, Mata Najwa on Stage bertajuk Panggung Warisan Budaya digelar di ISI Surakarta. Acara ini digelar untuk mengedukasi publik agar mampu memahami bahwa budaya tidak hanya dinikmati secara visual saja, tetapi juga perlu mengetahui isi, makna, dan sejarah dari budaya tersebut. Untuk mengedukasi publik, perlu perpaduan antara keilmuan budaya dan kemajuan media yang dikemas secara integratif, sehingga menarik menjadi wisata edukasi dalam menjaga kebudayaan Indonesia. Hal itu ditegaskan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam Panggung Warisan Budaya. “Kuncinya berbabis pada narasi dan harus melakukan inovasi. Jadi layanan yang diberikan juga harus mengikuti perkembangan zaman,” terang Hilmar (11/7).

Selain itu, kebudayaan juga harus terus dikenalkan kepada generasi muda, karena mereka lah yang akan menjaga dan meneruskan budaya di Indonesia. Panggung ini juga mengundang pelaku seni dari ISI surakarta yaitu Eko Supriyatno, Woro, serta Gusti Bhre untuk mengedukasi masyarakat supaya senantiasa belajar dan bangga terhadap budaya. “Jangan malu-malu dengan budaya kita, kita harus mengenali budaya terlebih dahulu, harapannya setelah kenal dan penasaran kita mau mengapresiasi budaya bahkan mau belajar,” jelas Woro (11/7). Panggung ini turut mengundang Aktor Ario Bayu yang menegaskan bahwa dengan teknologi dan media, budaya bisa dinikmati dan dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Tidak hanya pelaku seni, acara ini juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai lapisan yang antusias dan menikmati talkshow hingga selesai. Menurut Rintan, salah satu pengunjung Panggung Warisan Budaya, ia menjelaskan bahwa diperlukan revitalisasi cagar budaya dan museum yang ada di Indonesia. “Sebelum revitalisasi itu cagar budaya sangat miris, fasilitas dan poin-poin yang menarik untuk pengunjung lihat harus menyesuaikan dengan modernisasi sekarang,” terang Rintan (11/07).

Panggung Warisan Budaya ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda supaya mau mengenal serta mempelajari mengenai kebudayaan yang ada di Indonesia secara lebih mendalam. Ujang Mulyadi, perwakilan dari Indonesian Heritage Agency menyampaikan kepada generasi muda untuk nantinya dalam berkarya dan menghasilkan sesuatu supaya tidak tercerabut dari akar-akar kebudayaan yang ada di Indonesia.

_Caya_Qisti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *