
Judul : Sekawan Limo
Genre : Horor komedi
Durasi : 112 menit
Rilis : 4 Juli 2024
Produser : Chandz Parwez Servia dan Riza
Sutradara : Bayu Skak
Penulis : Nona Ica
Penasihat : Dono Pradana
Pemain : Bayu Skak (Bagas), Nadya Arina (Lenni), Keisya Levronka (Dini), Dono Pradana (Deri), Benidictus Siregar (Juna), Firza Valaza (Dicky), Indra Pramujito (Andrew), Devina Aurel (Pendaki Perempuan), Audya Ananta (Michelle), Angie Williams (Pendaki Perempuan), Sarah Tumiwa (Hilda), Cak Ukil (Tukang Bakso) Produksi : Starvision dan Skak Studios
Bayu Skak Si “Pecel Boy” kembali menggemparkan dunia perfilman Indonesia dengan karya barunya yang lebih fresh. Sekawan Limo hadir sebagai film pertama dari Bayu Skak yang bergenre horor komedi. Seperti pada beberapa garapan sebelumnya, Bayu Skak memang sudah identik dengan penggunaan Bahasa Jawa di setiap filmnya. Gunung Madyopura menjadi latar yang dipilih dalam film ini. Adanya mitos untuk tidak mendaki dengan jumlah pendaki ganjil dan larangan mendaki pada saat malam 1 Suro yang akhirnya menjadi tantangan bagi Bagas dan Lenni. Meskipun dibalut dengan suasana horor komedi, Sekawan Limo menyuguhkan berbagai nilai sosial dan moral yang tak terduga.
Kata “Sekawan” dalam Bahasa Jawa berarti “Empat” dan dalam bahasa Indonesia berarti “Teman” atau “Sahabat”, Sedangkan “Limo” sendiri dalam bahasa Jawa berarti “Lima”. Berkaitan dengan makna tersebut, kisah berawal dari Bagas dan Lenni yang akan mendaki Gunung Madyopuro. Dari mulai masuk kawasan, Bagas sudah merasakan suatu keanehan yang terjadi namun diabaikan begitu saja. Ketika akan membeli tiket, petugas sudah memberi nasihat mengenai larangan dan mitos yang tidak boleh dilakukan selama melakukan pendakian. Salah satu mitos yang dipercaya ialah tidak diperbolehkan melakukan pendakian dengan jumlah pendaki ganjil. Karena Bagas baru pertama kali mendaki gunung, akhirnya mereka memutuskan untuk naik bersama satu orang lain bernama Dicky yang memamerkan kebolehannya dalam mencari jalan pintas. Baru beberapa langkah masuk ke dalam tugu, tiba-tiba mereka dihentikan oleh seorang pendaki lucu bernama Juna. Hingga akhirnya mereka berempat melakukan pendakian bersama.
Ketika hari makin gelap dan ternyata mereka salah jalur. Mereka memutuskan mendirikan tenda dan istirahat hingga hari esok tiba. Namun, mereka malah dikejutkan dengan adanya satu pendaki yang terbaring tak sadarkan diri dan memutuskan untuk menolongnya. Dari situlah pada akhirnya mereka akan melakukan pendakian berlima. Mereka terlihat biasa-biasa saja pada awalnya. Menuju pertengahan hingga menjelang akhir pendakian, barulah terjadi kejanggalan-kejanggalan yang ada di antara mereka. Suasana tambah menegang ketika hantu-hantu mulai bermunculan di sekitar mereka. Hingga ditemukan kenyataan bahwa salah satu dari mereka ternyata bukan seorang manusia.
Berbeda dengan film pada umumnya, Bagas yang juga merupakan salah satu karakter utama dalam film diberikan perlakuan yang berbeda dengan tidak merasakan permasalahan yang sama dirasakan oleh empat karakter utama yang lain. Hal tersebut mungkin memang dibuat agar ia dapat menjadi penengah di antara karakter lainnya. Di luar itu, suasana horor yang kemudian dikombinasikan dengan berbagai celetukan khas Jawa, tak dapat dipungkiri telah mampu mengundang gelegar tawa bagi para penonton. Pesan yang akan disampaikan dalam film juga tidak dapat ditebak dari awal kisah. Hal itu juga yang membuat para penonton tidak menyangka bahwa pesan tersebut dapat dikemas melalui film dengan bentuk horor komedi.
Sekawan Limo dapat dinikmati oleh penonton yang berusia 13 tahun keatas. Film ini sangat cocok bagi kamu yang ingin sejenak merefleksikan pikiran dengan hiburan atau candaan yang begitu segar. Terutama orang Jawa, sangat wajib untuk menyaksikannya. Mereka pasti akan sangat merasa nyambung dengan jokes yang dikeluarkan setiap pemain.
_Anya
