Sabtu (01/03/2025) – Keamanan di sekitar Kampus Universitas Sebelas Maret menjadi perhatian setelah maraknya kasus pencurian dan begal yang meresahkan mahasiswa dan warga sekitar. Kejadian ini membuat banyak pihak merasa cemas, karena beberapa kasus berakhir pada kekerasan dan perusakan properti.
Safa, seorang mahasiswa UNS, mengaku menjadi salah satu korban pencurian. Saat itu, Safa berencana untuk kembali ke kos karena ada rencana bermain. Namun, sesampainya di kos kondisi kamarnya sudah dijebol, engsel pintunya rusak dan handphone miliknya yang meskipun sudah rusak diambil oleh pelaku. Safa tidak sendiri dalam kasus ini. Dia juga menyebutkan beberapa kasus yang serupa terjadi di daerah kosannya. “Di dekat kos saya tepatnya di kos putra ada yang motornya dicuri, dan seminggu setelah terjadi kasus pencurian di kamar saya, di lantai satu ada salah satu kamar juga yang dijebol,” ujarnya (24/2).
Seorang satpam dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS membenarkan bahwa memang pencurian kerap terjadi di daerah kampus (Jebres). “Memang pencuriaan di daerah sini sering terjadi. Biasanya korbannya adalah anak-anak kos. Untuk di FKIP sendiri, kasus pencurian yang sering terjadi adalah pencurian helm, karena memang parkiran di FKIP bersifat umum,” ujarnya (24/2).
Beberapa warga di sekitar lokasi memiliki pandangan yang berbeda mengenai maraknya pencurian ini. Mbak Yuni, seorang pedagang bakso dan mi ayam, mengatakan bahwa ia jarang mendengar kasus seperti ini di sekitar tempatnya berjualan.”Mungkin karena ada banyak tukang parkir di sini, jadi lebih terjaga kondisinya,” katanya (26/2). Sementara, Priwati Ira, seorang penjual jus sekaligus pendatang baru, merasa cemas dan was-was setelah mengetahui terdapat kasus pencurian dan berharap ada peningkatan keamanan dengan penambahan pos kamling, CCTV, dan patroli kepolisian yang lebih sering.
Serangkaian kasus ini membuat mahasiswa dan warga sekitar menjadi waspada. Safa berharap pemilik kos dapat lebih memperhatikan keamanan dengan menyediakan CCTV di berbagai sisi tempat yang rawan pencurian atau tindak kejahatan lainnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh satpam FKIP.Keamanan dari para mahasiswa dan warga sekitar menjadi perhatian yang paling utama. Diharapkan aparat keamanan, petinggi kampus, serta pemilik kos dapat mengkaji ulang sistem keamanan mereka agar kasus serupa tidak terulang kembali.
Agnes_Sasongko_
