Identitas Buku:
Judul : Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Penulis : Keigo Higashino
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2012 (Di Jepang)
Jumlah Halaman : 400 halaman
Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya mengajak pembaca dalam memasuki dunia yang penuh dengan luka pribadi, kesalahan masa lalu, dan takdir yang secara ajaibnya ternyata bisa ’diubah’. Novel ini akan membawa kita pada sosok tokoh utama berupa 3 pencuri, Shota, Atsuya, dan Kohei yang tengah bersembunyi dari kejaran polisi di sebuah rumah yang telah lama ditinggalkan. Namun justru dalam rumah itu mereka menemukan keajaiban waktu yang membawa mereka dengan surat-surat dari berbagai orang di masa lalu dan membuat mereka sebagai menjadi seorang yang ’menolong’ dari masa depan. Dari sosok pencuri kita akan dibawa ke alur perlahan yang pasti dalam menjadikan mereka sosok yang mulai menjadi ’putih’.
Keigo Higashino memiliki ciri gaya bahasa yang lugas dan campuran gaya tulis yang terasa sentuhan menyedihkan hingga mampu membuat pembaca ikut merasakan perasaan getir dan tersayatnya. Tema yang diangkat dengan alur yang unik karena membawa kita bukan hanya melihat ke arah 3 pencuri tersebut tapi juga melihat ke arah mereka yang terjebak masalah di masa lalu dan melihat sosok Namiya sendiri yang ternyata seperti halnya benang merah takdir yang menyambungkan antara setiap orang yang terlibat. Keigo berhasil dalam membangun sebuah cerita misteri tentang bagaimana bisa surat-surat itu saling balas membalas melewati waktu dan juga membangun cerita fantasi di saat yang bersamaan.
Di novel ini menyertakan begitu banyak keunikan dan kilasan-kilasan sejarah yang benar-benar terjadi di Jepang. Keajaiban yang terjadi juga unik dan kita merasa dibawa ke berbagai tempat serta sudut pandang. Selain melihat permasalahan perorangan, kita akan melihat berbagai peristiwa besar yang terjadi di Jepang dan bagaimana peristiwa itu berdampak langsung ke seseorang. Dari situ kita akan melihat suatu hal yang kontras, dimana seorang pencuri justru menjadi pihak yang memberikan nasihat kebaikan kepada orang lain dari masa lalu yang tidak mereka ketahui secara langsung. Menampilkan sisi bahwasanya seorang pencuri, buronan sekalipun memiliki secercah bagian dari hati yang baik dan mempedulikan orang lain. Juga bagaimana orang bisa mengandalkan sosok ’asing’ saat terdesak masalah perorangan yang berbeda-beda.
Di antara begitu menawannya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh novel ini. Terdapat pula kekurangan yang mungkin bisa dipahami. Mengingat novel ini adalah suatu novel terjemahan dari bahasa lain sehingga bisa dimengerti jika bahasa yang dipergunakan mungkin menjadi sedikit berbeda dengan gaya penulisan bahasa Indonesia pada normalnya. Terutama Jepang memang memiliki corak khas yang berbeda dari negara Indonesia dalam menuliskan sesuatu, mereka umum memakai bahasa-bahasa kiasan yang tidak begitu jelas maknanya sehingga lebih ke membuat berpikir lebih jauh kepada pembaca.
Walau memiliki kekurangan sedemikian rupa, tetapi novel ini tetap berupa salah satu karya yang memenangkan status best seller internasional pada 2021. Hal ini sangat umum mengingat betapa luar biasanya karya ini dan memiliki nilai ciri khas yang unik dan tidak ditemukan dalam karya-karya lain. Gaya bahasanya yang masih tergolong ringan untuk bacaan novel terjemahan Jepang membuatnya pantas untuk masuk list ke salah satu novel Jepang yang pantas dibaca.
_Aulia
