Roda memiliki siklusnya untuk berputar, kupu-kupu memiliki metamorfosisnya untuk bertumbuh. Begitu pula dengan zaman yang seiring berjalannya waktu akan bertumbuh, bertransformasi, melahirkan hal-hal baru, seperti stereotip ketika di zaman 70-an gadget full screen terasa tidak mungkin, namun di zaman kita sekarang ini hal tersebut menjadi lumrah dan tersebar di pasaran. As u know, adanya perkembangan teknologi tentu berpengaruh pada generasinya. Maka seperti yang disebut-sebut lahirlah ‘digital natives’. Atau manusia yang sejak lahir mengenal teknologi dan berkembang dengan teknologi. That’s right! They called it Gen Z!
Mereka bilang generasi ini akan membawa perubahan dahsyat di ranah apapun. Karena Gen-z lahir dan terampil dengan teknologi. That means ‘technology makes a miracle come true’. Buat yang bertanya kenapa, before it, ranah yang di-highlight disini adalah Gen-Z in politics.
Mari kita lihat, seberapa powerful teknologi di tangan Gen-Z ini. Gen-Z dinilai memiliki permainan yang lebih luas di arena teknologi which is, social media. Ingatkah dengan #reformasidikorupsi pada tahun 2019 yang disemarakkan dengan aktivisme online? Hal ini menyita perhatian masyarakat dan berhasil menggaungkan satu suara keadilan dalam politik. Tidak cuma itu, cuitan Bima dalam tiktoknya berhasil menyenggol Bupati Lampung sehingga diperbaiki infrastrukturnya. Dan berbagai influencer dengan video kontennya, yang sekilas terlihat biasa saja tapi ternyata memiliki dampak luar biasa. Sampai disini masih mempertanyakan how powerful is Gen-Z?
Gerakan politik Gen-Z identik dengan aktivisme dalam platform digital. Jika dengan adanya teknologi tersebut justru tidak dimanfaatkan dengan baik, akan menyebabkan lunturnya kualitas dari gen-Z. Bayangkan saja es krim yang tidak diletakkan dalam kulkas, mencair, kan? jika Gen-Z yang digadang sebagai agent of change, justru memiliki kualitas yang rendah, bermodal ketikan kosong dan dangkal, akan less value. Statement harus di-highlight adalah: ‘cogito ergo sum’ yang diungkapkan oleh Descartes seorang filsuf Prancis, yang berarti; ‘aku berpikir, maka aku ada’. Berdasarkan statement tersebut, value seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia berpikir, bagaimana ia tidak berhenti memiliki ide dan mengimplementasikannya. Dan itulah Gen-Z. Generasi yang tidak pernah berhenti berpikir.
Cara Gen-Z menjadi sosok yang pro-aktif dalam paradigma politik: pertama Gen-Z harus memiliki kacamata yang jelas, menimbang dengan matang yang terbaik untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan individu ataupun golongan. Kedua, Gen-Z tak sekadar berpikir, namun memberikan aksi dan langkah terdepan. As an agent of change, berikan gerakan, berikan gebrakan. Kekuatan Gen-Z dapat dimanfaatkan untuk menyuarakan kebenaran, entah itu tentang keadilan, penegasan pidana, pembangunan berkelanjutan, aspirasi masyarakat, atau apapun itu yang baik for the best Indonesia. Manfaatkan platform digital sebagai media perantaranya, berkolaborasi dengan kemampuan Gen-Z yang lincah di ranah teknologi, seperti membuat konten video dan postingan dalam socmed. Sekecil apapun, langkah akan tetap menjadi langkah yang akan memberikan sebuah jejak sebagai tanda, bahwa seseorang hidup dan memiliki progress.
And the last but not least, kita bisa mulai dari diri sendiri. Berusaha berperan dalam politik, seperti memberikan suara dalam pemilu. Hal ini sangat penting, satu suara kita menentukan nasib rakyat, menentukan Indonesia berada dalam naungan para panglima yang benar, bukan yang justru melempar senjata pada rakyatnya sendiri. Sangat disayangkan kenyataannya berdasarkan indikator survei politik pada Maret 2021 menunjukkan, sebanyak 42% pemilih dari kalangan Gen-Z masih belum memberikan suaranya.
Pentingnya kesadaran bahwa peran Gen-Z dalam politik sangat diperlukan, aspirasi saat ini adalah inspirasi yang harus disuarakan. Bukan sebagai musuh ataupun lawan, kehadiran gen-z disini sebagai teman yang akan saling menguatkan tangan pada pemerintahan Indonesia, yang ketika salah maka tidak akan segan untuk memberikan masukan dan mengkritisi dengan ramah, supaya mencapai tujuan politik yang sehat, memajukan Indonesia, dan mensejahterakan rakyat. Suarakan perubahan, untuk Indonesia berkemajuan!
_Risa
