Nostalgia Kertas: Kehilangan Sesnsasi Membaca Buku Fisik di Era Kemudahan Membaca Buku Online

Beberapa hari ini saya menyadari, bahwa sudah lama rasanya tidak membawa buku ke mana-mana untuk dibaca dan digantikan dengan e-book yang tersedia di smart phone yang saya miliki. Berbagai platform menawarkan kemudahaan tak terbatas ke berbagai buku dan artikel untuk dibaca. Hal tersebut memudahkan kita untuk meningkatkan minat baca di mana saja dan kapan saja, akan tetapi informasi yang ada kadang tidak akurat dan mudah untuk termakan informasi yang tidak benar.

Terkadang membaca bukan hanya seni untuk mendapatkan informasi akan tetapi rasa dalam setiap lemar kertas, bau tinta segar, dan tekstur setiap lembar kertas yang merangsang indra taktil sehingga dapat memperkuat koneksi emosional dengan isi bacaan dalam setiap buku. Kondisi itu tidak akan di dapatkan ketika membaca buku secara digital.

Berbagai penawaran menarik tersedia dalam dunia digital seperti kepraktisan dan kemudahan akses dalam penggunaan e-book. Namun membaca secara online lebih banyak memiliki distraksi dan juga efek samping yang ditimbulkan seperti pemaparan layar digital yang terlalu banyak kurang baik untuk kondisi mata dan banyaknya godaan untuk berpindah ke aplikasi lain yang membuat kurangnya fokus dalam bacaan yang kita baca.

Membaca buku fisik menghadirkan pengalaman yang lebih menarik daripada membaca buku online. Seperti banyak hal yang dapat kita lakukan dengan memberi tanda denga stabilo di setiap kata yang penting, membolak balik setiap halaman kertas, dan kehangatan yang dapat kita rasakan dalam menggenggam buku fisik. Kegiatan membaca buku fisik menciptakan fokus yang lebih terhadap bacaan yang kita baca, sehingga akan meningkatkan pemahaman yang akan kita dapatkan.

Di era digital ini hendaknya kita menjaga keseimbangan antara memanfaatkan teknlogi untuk membaca informasi dan tidak melupakan buku fisik sebagai rujukan untuk mencari serta belajar untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Membaca buku fisik dan buku digital memiliki kelebihan daan kekurangannya masing masing. Namun, penting untuk tidak melupakan sensasi membaca buku fisik yang tak tergantikan dan terus melestarikan budaya membaca yang kaya akan makna.

_Hania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *