Resensi Novel Kata

Penulis: Rintik Sedu (nama pena dari Nadhifa Allya Tsana)

Tahun Terbit: 2019

Penerbit: GagasMedia

Jumlah Halaman: Sekitar 300 halaman (tergantung edisi)

ISBN: 978-602-030-312-0

Genre: Fiksi, Drama Remaja, Romansa

Novel “Kata” karya penulis Rintik Sedu ini membahas tema kebimbangan dan konflik dalam hidup Sang Pemeran Utama bernama Binta, yang masih terikat dengan masa lalunya. Kisah dimulai dari kehidupan Binta, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi yang terjebak dalam masa lalu yang kelam. Binta yang ayahnya entah kemana meninggalkan keluarga, dan ibunya yang menderita skizofrenia membuat Binta merasa terasing dan kesepian, sehingga sulit untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Dalam perjalanannya, Binta berusaha menghadapi rasa sakit emosional dan kebimbangan dalam hidupnya. Binta memiliki sahabat yang setia, Cahyo, yang selalu ada untuknya. Hidup Binta sedikit berubah ketika ia dihadapkan pada cinta baru dari Nugraha, seorang senior di kampusnya. Meskipun awalnya Binta bersikap dingin dan menolak kehadiran Nugraha, perlahan-lahan ia mulai merasakan kenyamanan dan rasa aman yang sebelumnya tidak ia miliki. Namun di sisi lain, ia masih terikat dengan kenangan bersama sahabatnya, Biru yang memutuskan untuk meninggalkan Jakarta demi mengejar impiannya.
            Meskipun prosesnya tidak mudah, Binta belajar untuk menerima kenyataan bahwa ia harus melanjutkan hidup. Ia menyadari bahwa hubungan dengan Biru tidak dapat dilanjutkan dan bahwa Nugraha adalah orang yang tepat untuknya. Pada akhirnya, Binta mengikuti kata hatinya dan memilih Nugraha, yang membantunya menyelesaikan konflik batin yang selama ini mengganggu.

Cerita ini menggambarkan perjalanan Binta dalam mencari kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan perasaannya dan menghadapi ketidakpastian dalam hidupnya. Melalui berbagai konflik batin dan interaksi dengan karakter lain, Binta belajar tentang cinta, kehilangan, dan penerimaan. Dengan memberikan pesan-pesan moral yang mendalam tentang pentingnya membebasdiri dari masa lalu dan bertahan dalam menghadapi tantangan hidup.

Rintik Sedu menggunakan gaya penulisan yang puitis dan penuh emosi. Ia mampu menggambarkan perasaan karakter dengan sangat mendalam, membuat pembaca dapat merasakan setiap konflik batin yang dialami oleh Binta. Selain itu, penggunaan ilustrasi di setiap bab memberikan elemen visual yang menarik, memperkaya pengalaman membaca. Novel ini mengeksplorasi tema kebimbangan, perpisahan, dan pencarian jati diri. Binta berjuang untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan perasaannya dan menghadapi masalah yang menghantuinya. Cerita ini sangat relatable bagi pembaca muda, terutama generasi milenial dan Gen Z, karena menggambarkan tantangan emosional yang sering dialami oleh remaja

“Kata” adalah novel yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan, cinta, dan penerimaan diri. Dengan gaya penulisan yang khas dan karakter yang relatable, Rintik Sedu berhasil menciptakan sebuah karya yang menyentuh hati banyak orang. Novel ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang mencari bacaan yang mendalam dan penuh makna.

_April

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *