Waktu silam, berlabuh dalam garis belakang pertempuran
Embun menyelimuti jalan putih keabuan
Menghirup semerbak darah rakyat merah menyapu tanah
Menderita sakit dan miskin
Luruh air mata tangis ketakutan
Jelas sudah penderitaan yang berliku
Perjuangan meluncur merangkak memeluk tanah
Berdendang dan menari kembali di seluruh bukit medan pertempuran
Melontarkan api dan baja berkeping-keping
Berbalas-balas tembakan dan senapan
Kegelapan kabut terdengar gemuruh
Menggeramkan hati
Ketika ditembak dari udara
Menghujani dengan tembakan mortir dan meriam
Berbaring diam-diam menanti maut yang datang
Darahnya merah menyepuh bumi
Dada terkubur dalam duka
Hidup hancur luluh, runtuh dalam lara
Letusan bom gegap gempita bergulung-gulung
Mereka tak pernah tahu bahwa mereka telah mati
Sekejap, tangis kanak-kanak di pelukan ibunda telah sirna
Camkan, kepahitan kerugian takkan menghantui waktu
Tak lagi berlari mengiringi rasa cemas dan pilu
Semaikan dalam benak, tanah air yang kini merdeka
Tercipta dari air mata dan luka
-C-
