Bukan Sekadar Seremonial, FKIP Pamerkan Karya Inovasi Mahasiswa dalam Dies Natalis ke-50 UNS 

Rektor UNS bersama Dekan dan jajaran pimpinan FKIP UNS berfoto bersama di depan stan pameran FKIP dalam rangkaian acara pameran inovasi mahasiswa, Sabtu (11/04). Humas UNS

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menunjukkan kontribusi prestasi melalui Pameran Inovasi Mahasiswa (PIM) dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-50 UNS di Halaman Gedung dr. Prakosa, Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan civitas akademika dan masyarakat umum.

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-50, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan senam bersama, jalan sehat, hingga PIM dari setiap fakultas. Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak rangkaian perayaan ulang tahun emas UNS yang dihadiri oleh seluruh masyarakat kampus dan terbuka bagi umum. 

FKIP sendiri turut berkontribusi dalam kegiatan PIM dengan menampilkan karya dari enam program studi yang terpilih yakni Bimbingan Konseling (BK), Biologi, Ekonomi, Seni Rupa, Teknologi Pendidikan, dan Teknik Bangunan. Pemilihan prodi tersebut berdasarkan pada kepemilikan produk inovasi riil seperti  layanan tes minat dan bakat, produk inovasi terkait pangan dari maggot, ecoprint, membatik, desain bangunan, dan kacamata virtual reality (VR).


Tastbita Aydin Firdaus, mahasiswa BK angkatan 2022 mengungkapkan bahwa PIM memiliki dampak sebagai etalase kreativitas. Menurutnya, PIM merupakan sarana efektif untuk menunjukkan kepada khalayak luas bahwa setiap program studi, khususnya FKIP, memiliki inovasi yang mumpuni. “Sebenernya sebagai media promosi juga, bahwa FKIP punya produk dan layanan yang mereka butuhkan” jelasnya, Sabtu (11/4).

Namun dibalik kemeriahan tersebut terdapat tantangan teknis yang terjadi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WD 3) FKIP, Slamet Subiantoro menyatakan bahwa keterbatasan ruang menjadi kendala utama bagi fakultas yang memiliki banyak program studi. “Satu stan berukuran 2×2 meter digunakan untuk enam prodi, sehingga ruang geraknya sangat terbatas. Persiapan juga dilakukan secara mendadak, menyusul surat edaran universitas” ungkapnya, Minggu (12/4). 

Lebih lanjut, Subiantoro menyoroti kendala faktor alam dan keamanan di lokasi terbuka, ia mencatat adanya pameran produk yang sempat ditinggal tanpa penjagaan yang memadai pada malam hari sebelum acara dimulai. “Masalah SDM [Sumber Daya Manusia] dan kedisiplinan waktu tim PIC [Person In Charge] menjadi bahan refleksi kami. Harapannya tahun depan pameran bisa berjalan lancar dengan manajemen waktu dan tempat yang lebih baik” tegasnya.

Ia juga berharap bahwa pihak universitas dapat mempertimbangkan aspek cuaca dan tempat agar kendala ketidaksiapan stan tidak terulang lagi di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas mulai dari sisi SDM hingga kurasi karya, sebagai catatan bagi fakultas untuk menampilkan performa yang lebih menyeluruh. Sejalan dengan hal itu, mahasiswa berharap agar jangkauan lokasi pameran dapat diperluas sehingga setiap program studi memiliki ruang yang lebih representatif untuk menunjukkan keunikan inovasi mereka. Perluasan ini dinilai penting agar karya-karya mahasiswa mampu menjangkau publik secara lebih luas dan optimal. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *