Pojok Statistik Universitas Sebelas Maret, turut membantu memberikan kemudahan kepada para mahasiswa dalam mencari data penelitian hingga skripsi.
Pojok Statistik atau yang lebih sering disebut dengan Postik adalah wadah bagi mahasiswa untuk belajar tentang statistika, tempat konsultasi, membuat infografis, desain grafis, video grafis, menentukan metode, hingga mencari data skripsi. UKM ini didirikan atas keputusan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Surakarta yang kemudian dialihkan ke UNS, lalu ke FMIPA, baru ke Prodi Statistika itu sendiri. Sudah 3 tahun lamanya, tepatnya sejak 20 Desember 2021 Postik beroperasi. “Saat ada aturan itu muncul, dan kebetulan juga mungkin biar bisa langsung dapat orang jadi diambilnya dari orang-orang yang ikut Hibah sebagai angkatan pertama yang terdiri dari angkatan 2019 dan 2020,” papar Desnia selaku Ketua Postik (17/5).
Kerjasama dengan BPS dilakukan dengan membantu untuk mencari data. “Yang aku tahu sih kalau Postik itu sebenarnya juga seperti Programnya BPS gitu,” terang Desnia. Ketika konsultasi, akan diarahkan mengenai dimana mencari dan bagaimana mengolah data. Pihak BPS Surakarta juga menyediakan berbagai buku di ruang Postik. Webinar edukasi juga perlu melibatkan pihaknya. BPS menjadi tujuan akhir ketika Postik tidak menyediakan suatu data.
Mahasiswa, alumni, hingga dosen dapat memanfaatkan layanan yang ditawarkan oleh Postik. “Bisa dari siapa pun, kemarin juga sempet membantu alumni kedokteran untuk ikut penelitian dosen,” ujar Desnia. Calon peserta dapat mengisi tautan multiple link yang telah disediakan pada biografi instagram Postik. Setelah mengisinya, peserta akan diarahkan untuk menghubungi pengurus Postik. Pihaknya juga melakukan peningkatan branding dengan membuka stand di PKKMB, kolaborasi, hingga promosi di setiap fakultas, mengingat keberadaannya yang cukup baru.
BEM UNS bagian riset dan data juga turut bekerja sama melalui program kelas data. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan insight data kepada internal para staff riset dan data BEM UNS dan peserta dari mahasiswa umum. Cara merumuskan pertanyaan, survei dan visualisasi, hingga uji validitas dan reabilitas dengan SPSS yang digunakan oleh bagian riset dan data. “Ada sesi namanya sharing, itu kita sharing tentang RnD UNS dan juga tentang Postik,” Refiana sebagai Menteri Riset dan Data BEM UNS (22/5). Meski belum berhasil di tahun sebelumnya, pihak BEM juga tetap akan mengajukan untuk bekerja sama langsung dengan BPS Surakarta. “Nanti kalau misalnya di situ belum bisa atau nanti suruh untuk lewat Postik, mungkin aku akan coba seperti itu,” papar Refiana.
Selain dari BEM UNS dan alumni, terdapat juga mahasiswa tingkat akhir yang berkonsultasi ke pojok statistik. Beberapa dari mereka mengetahui Postik melalui teman dari Prodi Statistika yang turut menyarankan postik sebagai tempat konsultasi data. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Salsa dalam salah satu wawancaranya. “Sebenarnya saya belum tahu kalau ada Postik, lalu saya bertanya kepada teman saya yang Prodi Statistika, akhirnya saya disuruh konsul ke Postik itu,” jelas salah satu mahasiswi Pendidikan IPA, FKIP, UNS tersebut. (21/5)
Contoh lain dari mahasiswa yang sudah memanfaatkan layanan postik yaitu Rilo, mahasiswa Prodi Ilmu Lingkungan yang berkonsultasi mengenai pengolahan data. “Sudah dua kali konsultasi tentang pengolahan data ke Postik dan sudah cukup membantu,” ungkap Rilo (24/5). Konsultasi bisa dilakukan baik melalui daring maupun luring, hal itu juga mempermudah mahasiswa tingkat akhir yang sebagian besar dari mereka tidak berada di Solo. “Karena saat itu sedang tidak di Solo jadi konsultasi secara daring dengan mengisi gform lalu konsultasi dengan CP nya,” ucap Rilo (24/5).
Keberadaan Postik dinilai sangat membantu mahasiswa sehingga postik layak untuk dikenal lebih luas. Maka alangkah baiknya Postik dapat dimasifkan supaya kebermanfaatan Postik bisa difungsikan oleh seluruh akademika UNS. Tentu diiringi pula dengan peningkatan kualitas agar konsultasi yang diberikan bisa lebih optimal. Seperti yang diungkapkan oleh mahasiswa Prodi Ilmu Lingkungan, FMIPA, “Berharap supaya postik bisa lebih dikenal mahasiswa UNS, bahwa ada lembaga yang bisa membantu mahasiswa UNS untuk konsultasi olah data. Kemudian harapan untuk pengurusnya supaya semakin berkembang sehingga bisa lebih optimal dalam menerima konsultasi,” papar Rilo (24/5).
_Anya
_Aulia
