Indonesia (C)emas: Aksi Mahasiswa Se-SoloRaya

Kamis, 11 Juli 2024 telah dilaksanakan aksi massa mahasiswa se-Solo Raya. Aksi diadakan di depan Gedung DPRD Surakarta dengan membawa berbagai tuntutan yang dianggap kontroversial selama pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    Aksi yang diselenggarakan oleh BEM se-Solo Raya ini dimulai pada pukul 14.00 WIB, dihadiri oleh berbagai aliansi mahasiswa se-Solo Raya dan seluruh elemen masyarakat. Aksi ini terjadi karena adanya kekhawatiran terhadap kondisi pemerintah pada masa jabatan Jokowi. Pemerintah dianggap semakin semena-mena dalam menentukan kebijakan-kebijakannya. Tujuan diadakan aksi ini untuk menuntut keadilan dan hak-hak masyarakat Indonesia yang disalahgunakan oleh pemerintah. Rozin Afianto selaku Presiden BEM KM-IIM Surakarta dan juga selaku Koordinator Pusat BEM Se-Solo Raya mengatakan alasan adanya aksi ini adalah sebagai kritikan terhadap pemerintah. “Semua tuntutan-tuntutan hari ini terkait dengan birokrasi yang gagal. Maka ketika kita mengambil kritikan yang sangat besar ini sudah menjadi Indonesia Cemas, bukan lagi Indonesia Emas 2045,” ucap Rozin Afianto (11/7).

    Tuntutan yang disuarakan pada aksi ini menyorot kepada beberapa kebijakan yang banyak menuai polemik seperti RUU TNI Polri, Tapera, RUU Penyiaran, Putusan MA, serta RUU Perampasan Aset. Dalam aksi ini, massa membawa satu narasi yaitu “Indonesia Cemas” yang diambil kerena melihat keadaan Indonesia saat ini yang memprihatinkan. Hal tersebut dijelaskan oleh Agung Lucky Pradito selaku Presiden BEM UNS yang ikut serta dalam aksi. “Hari ini kita berkumpul untuk bersama-sama membawakan satu narasi, yaitu Indonesia Cemas. Dimana banyak isu-isu yang meresahkan, seperti RUU TNI Polri, beserta kasusnya Afif Maulana, kemudian Menkominfo yang menganggap data masyarakat tidak penting,” ucap Agung Lucky (11/7).

    Dengan adanya tuntutan-tuntutan tersebut, mahasiswa dan masyarakat yang ikut serta dalam aksi menaruh harapan yang besar agar suara mereka didengar oleh DPRD Surakarta. Kemudian, dapat disampaikan ke DPRD Pusat untuk diperbaiki kesalahannya. Seperti kata Reyhan Eka Ramadan, salah satu mahasiswa dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta yang mengungkapkan harapannya pada aksi ini, “Berapa pun jumlah kita yang datang hari ini sebagai bentuk tuntutan kami kepada pemerintah agar kedepannya bisa diperbaiki tentang permasalahan yang terjadi di Indonesia,” ucap Reyhan Eka (11/7).

_Renggani_Rosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *